Setiap manusia pasti pernah mengalami kegagalan hingga jatuh dan terpuruk. Banyak diantara mereka yang menyerah, ada yang lari dari masalah bahkan tak jarang banyak yang memilih untuk mengakhiri hidup mereka karena tidak sanggup dalam mengatasi masalah. Mereka semua membutuhkan sebuah cara bangkit dari keterpurukan.

Baca : Cara Hidup Bahagia dan Sukses

Hal ini tentu bukanlah perbuatan baik, bila kita merujuk pada suatu masalah, pastinya akan ada banyak masalah yang akan terus mengahmpiri. Hidup penuh dengan persolan, hanya mereka yang kuat dan mereka yang sabar yang bisa melewati setiap ujian yang ada. Lalu bagaimana ketika kita mendapatkan masalah kemudian kita jatuh dan banyak orang meninggalkan kita ? Inilah yang menjadi poin penting bahwa artikel kali ini akan membahas mengenai bangkit dari keterpurukan.

bangkit dari keterpurukan

 Bangkit berarti bangun setelah terjatuh, misal Anda rugi, Anda harus tetap berjualan untuk mendapatkan keuntungan. Bila Anda mendapat nilai jelek, Anda harus tetap semangat belajar untuk bisa mendapat nilai bagus di lain kesempatan. Bila Anda gagal mendirikan sebuah usaha, maka Anda harus terus melakukan banyak usaha dan berdoa agar Anda berhasil dalam mendirikan sebuah usaha yang telah menjadi impian Anda.

Memang diakui bahwa bangkit dari keterpurukan bukanlah pekerjaan mudah, kita harus melawan diri kita sendiri. Disaat jatuh kita sering kali menyalahkan keadaan, menyalahkan diri sendiri dan tidak mampu berbuat banyak selain meratapi kesalahan yang telah diperbuat. Memang kita disarankan untuk mengevaluasi apa yang sudah dilakukan, penyesalan tidak akan membuat Anda menjadi lebih baik. Justru seharusnya Anda berpikir bagaimana caranya untuk menyelesaikan masalah yang sedang menimpa Anda. Anda harus mencari solusi atas apa yang sudah Anda jalankan.

Baca : Pengembangan Diri untuk Kesuksesan Berbasis Energi Kesadaran

Jangan sampai Anda tiba-tiba menyerah di tengah jalan karena ada beberapa masalah, menyerah begitu saja menunjukkan bahwa mental kita adalah pecundang. Bukanlah kemenangan dan kesuksesan yang menjadi tujuan kita, melainkan menikmati setiap proses dan mensyukuri setiap karunia merupakan tujuan yang sebenarnya. Jadi bila Anda gagal dan terjatung, maka bangkit dari keterpurukan merupakan satu solusi tepat agar Anda tetap berdiri dan semangat kembali.

Sebuah cara untuk bisa bangkit dari keterpurukan adalah dengan cara mengenali diri sendiri, karena sebagian besar keterpurukan disebabkan oleh diri sendiri, disebabkan oleh kegagalan kita dalam mengenali pikiran dan jiwa. Jika kita bisa mengenali pikiran dan jiwa , maka kita bisa menata dan mengendalikannya. Untuk menghindari keterpurukan maka anda membutuhkan sebuah cara cepat dan tepat, efektif dan efisien dalam mengenali diri sendiri. Anda dapat mengikuti program kami, program atau solusi super untuk mengatasi stress dan depresi, sebuah cara yang paling tepat untuk bangkit dari keterpurukan tanpa harus mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.

Program Buang Sial Untuk Datangkan Keberuntungan & Kesuksesan Dalam Hidup

Erlangga
| Life Coach | Energy Expert
HP : 0812 9797 3166
W.A : 0896 3987 8115

www.solusisupersukses.com
info@solusisupersukses.com

artikel, Bangkit dari keterpurukan, Pikiran

6 Comments

  1. sebenarnya cara untuk bisa membangkitkan motivasi diri, ada yang seperti cara di atas ada juga yang hanya curhat atau bercerita pada orang yang tepat sehingga bisa lebih bisa mengerti cara membangkitkan diri kembali dari keterpurukan, kalau menurut pengalaman saya kuncinya hanya satu jangan pernah menyesal atas tindakan yang kita lakukan, tetapi pikirkan lebih dulu secara matang apa yang akan kita lakukan, sehingga saat kita mengalami kegagalan maka hal tersebut sudah kita prediksi sebelumnya

  2. Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh. Izinkan saya
    berbagi sedikit pengalaman berharga hidup saya.

    Saya dahulu bekerja di sebuah Bank milik BUMN, saya menjadi
    ujung tombak perusahaan dalam memasarkan kredit. Saya bujuk orang-orang yang
    punya usaha untuk berhutang dengan bunga sekian % di bank BUMN tempat sy
    bekerja. Saya katakan pd mereka bahwa bunga pertahun hanya sekian %, namun sy
    arahkan mereka untuk mengambil hutang lebih dari setahun, sehingga pendapatan
    bunga menjadi lebih besar. Target saya terlampaui, dan sy pun menjadi karyawan
    terbaik! Bonus pun menanti. Yaa.. saya adalah salah satu dari sekian
    banyak karyawan di bank BUMN dengan aset terbesar! Sayalah salah satu dari
    sekian banyak pasukan penebar riba yang setiap mendekati akhir bulan selalu
    berwajah tegang. Pulang hampir tengah malam, Demi menagih bunga untuk
    perusahaan. Bekerja di bank BUMN
    adalah cita-cita sy sejak lama. Lihatlah, Baju saya rapi dgn merk
    terkenal. Saya berdasi, saya punya 3 mobil terbaru. Rumah mewah 5 kamar tidur.
    Siapa yang tidak suka dengan kondisi lux seperti itu?7 tahun saya bekerja di
    bank BUMN, dan 3 tahun sebelumnya saya bekerja di bank-bank swasta
    lainnya.

    Sampai pada saatnya Allah menegur sy keras sekali.Tamparan
    pertama adalah ketika kekayaan sy dihilangkan oleh Allah, dgn cara saya harus
    menanggung hutang salah satu keluarga sy yg jika hutangnya tidak terselesaikan
    saat itu juga dia terancam dipenjara. Semua kendaraan sy, perhiasan istri sy..
    RAIB Tidak lebih dari 4 jam. Sy jual untuk menyelesaikan hutang
    keluarga. Jadilah saya saat itu seorang bankers yang hanya pakai motor
    inventaris kantor.Belum genap 1 bulan berlalu, teguran ke 2 terjadi. Ibu
    saya harus menginap di rumah sakit lebih dari 2 minggu.2 minggu berlalu setelah
    Ibu saya keluar dari rumah sakit, ternyata Allah belum mengijinkan ibu saya sehat,
    Ibu saya harus di rawat inap lagi di rumah sakit.Apakah selesai sampai disitu?
    Tidak.teguran ke 3 datang tanpa diduga. Penyakit didatangkan oleh Allah kepada
    Ibunda istri saya yang harus menjalani perawatan di rumah sakit selama
    sebulan. Ditambah lagi motor inventaris kantor yg hilang karena dicuri
    maling. APA INI YA ALLAH?! Tiba-tiba seperti semua masalah spt
    menimpa saya. Bukan hanya saya. Tetapi kepada Ibu saya dan Ibu mertua
    pula.

    Saya berpikir apa yang salah? Apa yang telah saya lakukan?
    Saya sholat lima waktu. Saya puasa senin kamis, saya tahajud, saya dhuha, saya
    shodaqoh. Apa yang salah ya Allah?! Di setiap sholat, selalu menetes air
    mata menanyakan kepada Allah apa yang menimpa saya dan keluarga?Sampai pada
    suatu waktu sy mulai menyadari. Bahwa apa yang saya lakukan untuk menafkahi
    keluarga selama ini dilarang oleh Allah.

    Pekerjaan saya adalah pekerjaan yang dilaknat Allah, dan itu
    ada di dalam AL-QURAN! Kemana saja saya selama ini?! Duh Gusti.. Saya
    takut dengan azab dunia akhirat yang akan saya terima.SAYA HARUS RESIGN!Itu
    yang pertama kali terlintas dalam otak saya, ketika tersadar bahwa apa yang
    saya hasilkan, apa yg saya kerjakan adalah sebuah kesalahan. Saya harus
    bertaubat! Saya harus keluar dari pekerjaan ini.

    Namun, bagaimana jika saya keluar? Keluarga saya makan apa?
    hutang KPR, Kartu kredit dan softloan dibayar pakai apa? Pikiran-pikiran
    tersebut menghantui saya.Namun tekad saya sudah membara untuk segera keluar
    dari tempat saya bekerja. Saya YAKIN ALLAH MENJAMIN rejeki saya dan keluarga. Bagaimana
    dengan semua hutang saya? Tidak ada jalan lain. Saya harus menjual satu-satunya
    asset saya yg tersisa yaitu rumah yang saya tinggali. Selanjutnya yang
    terpikirkan oleh saya adalah segera memasang iklan di salah satu jasa iklan
    online, dengan harapan segera laku terjual.Satu bulan berlalu setelah saya
    memasang iklan “rumah dijual” tanpa ada yang menawar, tanpa ada yang
    melihat. Otak dan hati semakin galau. Keinginan resign sangat kuat. Namun
    terkendala oleh hutang yang harus dilunasi.Saya tetap bekerja dengan seperempat
    hati. Godaan demi godaan muncul.

    Bulan maret 2016 saya di berangkatkan ke Bali karena
    mendapat penghargaan menurunkan NPL di thn 2015. Setiba kembali di kantor,
    jatah kenaikan grade dan gaji mulai disodorkan kepada saya. Alhamdulillah saya
    tolak dengan halus, karena pasti akan lebih banyak dosa yang saya tumpuk. Berat
    memang, satu sisi saya membutuhkan uang, di sisi lain saya takut dengan azab
    Allah lantaran riba.

    Sebisa saya mendekat kepada Allah. Ilmu agama saya kurang,
    saya tidak tahu harus bagaimana. Setiap hari saya bangun antara pukul 02.30
    sampai dengan pukul 03.00 pagi. Saya mandi, kemudian saya lakukan sholat
    taubat, sholat hajat, sholat tahajud, sholat witir dan saya tutup dengan
    berdzikir panjang sampai dengan masuk shubuh. Entah saya beribadah dengan cara
    yang benar atau tidak, yang penting saya berusaha mendekat kepada Allah.

    Sebelum shubuh saya
    sudah berjalan ke masjid untuk adzan dan berjamaah. Sepulang dari masjid saya
    baca Al-quran dan artinya minimal 10 ayat. Begitu pula dengan sholat wajib yang
    lainnya, tidak ada kata tidak berjamaah di masjid. Sunnah saya tegakkan, bahkan
    saya pernah berdebat sengit dengan pimpinan saya karena jenggot yang saya
    pelihara dan meninggalkan rapat saat adzan berkumandang.Semua hal baik saya
    amalkan hanya karena ingin Allah mendengar doa saya. Kurang lebih 3 bulan saya
    melakukan semua itu tanpa putus.. Saya berdoa memohon agar Allah memberikan
    saya kemudahan, memberikan saya jalan keluar dari apa yang sedang saya hadapi. Waktu
    berlalu keadaan belum berubah dan saya harus tetap sabar.

    Bulan Agustus 2016 secara kebetulan saya dipertemukan dengan
    ORANG yang SANGAT LUAR BIASA di serambi masjid yang berada di tepi jalan. Beliau
    mengajak bersalaman dan mengucapkan salam, tetapi keadaan saya saat itu sedang
    melamun sehingga beliaupun menyentuh pundak saya sambil mengucapkan salam
    sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman. Saya kaget dan reflek menyahut
    salam dia dan bersalaman. Beliau tersenyum dan berucap “ istighfar mas !”,
    kemudian dengan rasa malu saya bilang “iya pak, maaf saya melamun”. Beliau
    duduk di samping saya sambil memegang tangan saya.

    Percakapan demi percakapan kami lalui, sampai tidak terasa
    saya menyampaikan keadaan ekonomi saya yang selama ini membuat pikiran saya
    tidak tenang. Saya heran dengan respon beliau setelah saya menyampaikan keadaan
    saya. Beliau hanya tersenyum dan berkata “mintalah kepada Allah dengan CARA
    yang BAIK bahkan CARA YANG TERBAIK”. Sya bingung dengan apa yang beliau
    ucapkan. Semakin penasaran saya minta beliau untuk menjelaskan. Belum selesai
    beliau menjelaskan, tiba –tiba datang dari arah lain seorang pria mendekatinya dan
    bilang “ mari pak Kyai sudah ditunggu”. Dengan terburu-buru saya pun
    memberanikan diri untuk minta nomor handphon beliau. Setelah saya menyampaikan
    terimakasih beliau berjalan menuju parkiran mobil.

    Suatu malam saya memberanikan diri untuk menelpon beliau,
    saya berniat untuk menggali ilmu dari beliau agar masalah ekonomi saya cepat
    terselesaikan. Banyak sekali ilmu yang saya terima dari beliau tentang cara
    beribadah dan meminta segala sesuatu kepada Allah dengan khusyuk, dan jangan
    berhenti meminta dan berdoa kepada Allah. Bagi saya ini adalah PENCERAHAN yang
    sangat luar biasa. Selain berdoa saya pun harus berusaha. Beliau juga
    menanyakan sudah sejauhmana usaha saya.

    Saya menyampaikan usaha untuk menyelesaikan hutang saya,
    yakni dengan mengiklankan rumah yang akan saya jual. Dan saya tunjukan iklan
    yang saya pasang di media. Beliau melihat iklan dan menghubungi sy. Tanpa
    meninjau langsung lokasi hanya berdasarkan foto di iklan saja, dia menyatakan
    berminat dan mau membeli rumah sy. Awalnya saya tidak percaya. Namun, ketika
    Allah telah berkehendak maka tidak ada yang tidak mungkin.

    Tanggal 23 agustus 2016 dia datang untuk melunasi semua pembayaran atas rumah saya. Ajaibnya,
    TANPA MENAWAR harga yang saya pasang di iklan. MasyaAllah!Alhamdulillah.. hari
    itu juga proses pelunasan KPR dan semua hutang saya lakukan.Semua hutang saya
    LUNAS! Rumah dan sertifikat sekarang menjadi milik pembeli, dan saya
    menerima sisa uang penjualan rumah saya.DOA saya Allah Jawab bukan hanya sampai
    disini. Allah kembali menggerakkan hati pembeli itu. Dia mempersilahkan saya
    dan keluarga untuk menempati rumah tersebut sampai dengan saya mendapatkan
    rumah pengganti. masyaAllah! Saya sujud syukur. Saya menangis menyaksikan
    betapa skenario Allah sangat indah! Betapa doa yang saya panjatkan tanpa putus
    mendapatkan jawaban LEBIH dari Allah!Keesokan harinya 24 agustus 2016, surat
    resign saya ajukan.

    Alhamdulillah 1 oktober 2016. Merupakan prestasi terbaik
    saya di bank tersebut, yaitu RESIGN!Maha suci Allah.. Ar-rahman dan Ar-rahim.
    Yang telah banyak mengabulkan semua doa-doa sy. Saudaraku, Mendekat
    dan berdoalah. Allah Maha Mengabulkan. Wassalamualaikum warahmatullahi
    wabarokatuh.

    zamim@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.